Anak menangis pilu menahan dinginnya hujan
puluhan anak meratap kesedihan di pangkuan ibunda tercinta
mereka kelaparan....!!!,mereka kedinginan...tanpa atap dan makanan..
kesengsaraan kini menjadi teman dekat mereka
yang berdasi adalah musuh mereka,sedang kebahagiaan adalah impian mereka
atap mereka direnggut secara paksa
siang malam mereka tersiksa akibat korban kota
kini tiada lagi tawa di antara anak-anak..yang selalu bermain di tanah lapang....
kemanakah tempat kita..!!!teriak mereka
tempat mereka tinggal kenangan
yang kini hanyalah puing-puing penderitaan,yang menyiksa batin mereka..
My Profile
- andry wardany
- Medan, medan/sumatera utara, Indonesia
- kemarin dan esok adalah hari ini
Jumat, 21 Agustus 2009
SKETSA HIDUP
Angin berhembus membawa gelombang
ketika tubuhku menggigil di perahu lentera
kulukis hidupku bersama bintang dan rembulan
karena ke pantai juga
angin dan nelayan kembali...
aku ingin menepi pada pasir dan berteduh pada ombak
menekuri luka-luka lama,
meski selalu gelombang itu menghilangkan cinta kita yang sepi
senja telah mulai tampak di ufuk barat
menandakan malam akan segera tiba, segera kubenahi diri
untuk beranjak pergi..
laut telah mulai surut
keindahan gelombang telah pergi, keindahan pantai kini telah tiada
akhirnya ke pantai juga
setiap pertemuanku kembalikan
walau kelasi dan nakhoda
tak mau kembali ke perahunya.
ketika tubuhku menggigil di perahu lentera
kulukis hidupku bersama bintang dan rembulan
karena ke pantai juga
angin dan nelayan kembali...
aku ingin menepi pada pasir dan berteduh pada ombak
menekuri luka-luka lama,
meski selalu gelombang itu menghilangkan cinta kita yang sepi
senja telah mulai tampak di ufuk barat
menandakan malam akan segera tiba, segera kubenahi diri
untuk beranjak pergi..
laut telah mulai surut
keindahan gelombang telah pergi, keindahan pantai kini telah tiada
akhirnya ke pantai juga
setiap pertemuanku kembalikan
walau kelasi dan nakhoda
tak mau kembali ke perahunya.
Kembali Pulang
Seperti angin yang tak pernah diam
selalu bertiup di segala arah
bertugas yang tak pernah bertepi
yang selalu menabur kesejukan pada setiap kehidupan
bisikan angin tidak selamanya bertiup ke utara
ia akan kembali bertiup di penjuru yang lain
seperti diriku yang ingin kembali pulang ke pangkuan ibunda tersayang
sekian lamanya aku terkungkung dan bernaung
di bawah asuhan rembulan yang selalu aku nantikan siang dan petang
akan datangnya angin segar yang membawaku ke sana
kini aku tumpahkan semua harapan, dan ku kabarkan kepada mereka
bahwa kutelah kembali dan semoga ku dapat diterima
dan semoga ku tidak dipandang sebelah mata
akanku persembahkan sisa hidupku untuk kebaikan
agar semua masa laluku dapat terlunasi.
selalu bertiup di segala arah
bertugas yang tak pernah bertepi
yang selalu menabur kesejukan pada setiap kehidupan
bisikan angin tidak selamanya bertiup ke utara
ia akan kembali bertiup di penjuru yang lain
seperti diriku yang ingin kembali pulang ke pangkuan ibunda tersayang
sekian lamanya aku terkungkung dan bernaung
di bawah asuhan rembulan yang selalu aku nantikan siang dan petang
akan datangnya angin segar yang membawaku ke sana
kini aku tumpahkan semua harapan, dan ku kabarkan kepada mereka
bahwa kutelah kembali dan semoga ku dapat diterima
dan semoga ku tidak dipandang sebelah mata
akanku persembahkan sisa hidupku untuk kebaikan
agar semua masa laluku dapat terlunasi.
लेंतेरा HATI
Jadilah engkau seperti embun
yang senantiasa melekat di dalam jiwa
warnanya putih berseri
disinari terbitnya mentari
jagalah senantiasa cerminmu,berilah ia cahaya agar tetap terang
laksana lilin menerangi kegelapan yang selalu hidup walau keadaannya terus terkikis
jangan sampai lentera itu redup dan mati
rawatlah dan jaga tetap bersinar menerangi gulita
bila ia terus terang dan bercahaya
maka ia mampu menerjang karang kehinaan
dan ia mampu mengoyak kepalsuan
yang senantiasa melekat di dalam jiwa
warnanya putih berseri
disinari terbitnya mentari
jagalah senantiasa cerminmu,berilah ia cahaya agar tetap terang
laksana lilin menerangi kegelapan yang selalu hidup walau keadaannya terus terkikis
jangan sampai lentera itu redup dan mati
rawatlah dan jaga tetap bersinar menerangi gulita
bila ia terus terang dan bercahaya
maka ia mampu menerjang karang kehinaan
dan ia mampu mengoyak kepalsuan
Langganan:
Postingan (Atom)