Engkau berkibar gagah di atas sana
Engkau menatap tajam penuh dengan curiga dan bijaksana wahai garudaku....
tetapi arah kemanakah tatapanmu?apakh engkau hanya menatap mereka-mereka yang duduk di sana??!!
apakah engkau hanya melihat tapi tak berbuat...
dimanakah kesaktianmu...
apakh pertiwi terus bersedih...??
tanah tempatku berpijak adalah buah perjuangan dari mereka-mereka yang penuh dengan darah dan nanah...
mana...gemah ripah loh jinawimu...?
mana...!!toto tenterem kartoraharjomu...!!!
ratusan bahkan jutaan anak yang penuh isak tangis memerlukan pendidikan..
PUJANGGA PUJAKESUMA
Hidup tanpa prestasi sama dengan mati..
My Profile
- andry wardany
- Medan, medan/sumatera utara, Indonesia
- kemarin dan esok adalah hari ini
Senin, 24 Agustus 2009
Minggu, 23 Agustus 2009
DI BALIK TIRAI MALAM
Ku duduk termangu, seraya menatap rembulan..........
yang enggan menatapku
penuh dengan kehampaan....
hidupku penuh dengan kepalsuan
yang hanya menelan korban
demi mencapai kesenangan
ku berjalan dengan menerawang di sepanjang lorong yang gulita
lentera ku telah padam, aku hanyut dalam keheningan
orang menatapku sebelah mata
apakah ku harus menelanjangi jiwaku
agar ku tidak silap mata
yang enggan menatapku
penuh dengan kehampaan....
hidupku penuh dengan kepalsuan
yang hanya menelan korban
demi mencapai kesenangan
ku berjalan dengan menerawang di sepanjang lorong yang gulita
lentera ku telah padam, aku hanyut dalam keheningan
orang menatapku sebelah mata
apakah ku harus menelanjangi jiwaku
agar ku tidak silap mata
Sabtu, 22 Agustus 2009
FATWA ALAM....
Tampak senja di ufuk barat
melintasi cakrawala nan indah
ku pandang seberkas cahaya nun jauh di sana......
yang menghiasi mega cahaya
laksana bidadari menari di atas permadani
terdengar kumandang suara panggilan Ilahi...
mengisyaratkan untuk menghadap
segeraku membenahi diri untuk menyambut kedatangann-Nya
kupasrahkan diriku hanya untuk-Mu
kutinggalkan dunia untuk sementara
demi menghadap ke Agungan-Mu..
melintasi cakrawala nan indah
ku pandang seberkas cahaya nun jauh di sana......
yang menghiasi mega cahaya
laksana bidadari menari di atas permadani
terdengar kumandang suara panggilan Ilahi...
mengisyaratkan untuk menghadap
segeraku membenahi diri untuk menyambut kedatangann-Nya
kupasrahkan diriku hanya untuk-Mu
kutinggalkan dunia untuk sementara
demi menghadap ke Agungan-Mu..
ELEGI PAGI
Ku sambut mentari dengan penuh kebahagiaan
saat mentari menyirami sinarnya di dedaunan
alam yang terbentang luas...
laksana lukisan di permadani
langit cerah...
memayungi bumi
nyanyian burung yang ikut menyambut datangnya pagi
inilah rahmat Ilahi buat seluruh insan
lihatlah...langit!! yang terbentang luas tak berarah
di sana cita-cita akan menunggu
ingatlah!!Ia sang Penguasa alam...karena ia kita akan merasakan kedamaian
di saat kita tertidur dan bangun
sehingga kita dapat menikmati indahnya pagi....
saat mentari menyirami sinarnya di dedaunan
alam yang terbentang luas...
laksana lukisan di permadani
langit cerah...
memayungi bumi
nyanyian burung yang ikut menyambut datangnya pagi
inilah rahmat Ilahi buat seluruh insan
lihatlah...langit!! yang terbentang luas tak berarah
di sana cita-cita akan menunggu
ingatlah!!Ia sang Penguasa alam...karena ia kita akan merasakan kedamaian
di saat kita tertidur dan bangun
sehingga kita dapat menikmati indahnya pagi....
FATAMORGANA
Semua perhiasan,tahta,harta adalah daki dunia
yang ada hnyalah pameran belaka
yang suatu saat akan di ambil sang pemilik_Nya
semuanya itu hanyalah titipan yang kelak akan kembali kepada_Nya
tawa dan tangis adalah warna kehidupan
Dialah sang sutradara, yang mengatur jalannya permainan
sedang konsep dan naskahnya sudah diatur oleh-Nya
sementara kita adalah peran yang sudah siap untuk memerankan peranan masing-masing
kita sebagai tokoh harus patuh terhadap sang Sutradara
agar permainan yang kita perankan berjalan dengan baik
sesuai alur dan tempat yang sudah di tetapkan
bila kita tidak patuh kepada sang sutradara, maka dia akan marah dan berakhir bencana
jadi kita hanyalah sementara memerankan,maka itu kita harus perbanyak latihan agar ia tersenyum..
yang ada hnyalah pameran belaka
yang suatu saat akan di ambil sang pemilik_Nya
semuanya itu hanyalah titipan yang kelak akan kembali kepada_Nya
tawa dan tangis adalah warna kehidupan
Dialah sang sutradara, yang mengatur jalannya permainan
sedang konsep dan naskahnya sudah diatur oleh-Nya
sementara kita adalah peran yang sudah siap untuk memerankan peranan masing-masing
kita sebagai tokoh harus patuh terhadap sang Sutradara
agar permainan yang kita perankan berjalan dengan baik
sesuai alur dan tempat yang sudah di tetapkan
bila kita tidak patuh kepada sang sutradara, maka dia akan marah dan berakhir bencana
jadi kita hanyalah sementara memerankan,maka itu kita harus perbanyak latihan agar ia tersenyum..
Jumat, 21 Agustus 2009
NUN JAUH DI SANA
Anak menangis pilu menahan dinginnya hujan
puluhan anak meratap kesedihan di pangkuan ibunda tercinta
mereka kelaparan....!!!,mereka kedinginan...tanpa atap dan makanan..
kesengsaraan kini menjadi teman dekat mereka
yang berdasi adalah musuh mereka,sedang kebahagiaan adalah impian mereka
atap mereka direnggut secara paksa
siang malam mereka tersiksa akibat korban kota
kini tiada lagi tawa di antara anak-anak..yang selalu bermain di tanah lapang....
kemanakah tempat kita..!!!teriak mereka
tempat mereka tinggal kenangan
yang kini hanyalah puing-puing penderitaan,yang menyiksa batin mereka..
puluhan anak meratap kesedihan di pangkuan ibunda tercinta
mereka kelaparan....!!!,mereka kedinginan...tanpa atap dan makanan..
kesengsaraan kini menjadi teman dekat mereka
yang berdasi adalah musuh mereka,sedang kebahagiaan adalah impian mereka
atap mereka direnggut secara paksa
siang malam mereka tersiksa akibat korban kota
kini tiada lagi tawa di antara anak-anak..yang selalu bermain di tanah lapang....
kemanakah tempat kita..!!!teriak mereka
tempat mereka tinggal kenangan
yang kini hanyalah puing-puing penderitaan,yang menyiksa batin mereka..
SKETSA HIDUP
Angin berhembus membawa gelombang
ketika tubuhku menggigil di perahu lentera
kulukis hidupku bersama bintang dan rembulan
karena ke pantai juga
angin dan nelayan kembali...
aku ingin menepi pada pasir dan berteduh pada ombak
menekuri luka-luka lama,
meski selalu gelombang itu menghilangkan cinta kita yang sepi
senja telah mulai tampak di ufuk barat
menandakan malam akan segera tiba, segera kubenahi diri
untuk beranjak pergi..
laut telah mulai surut
keindahan gelombang telah pergi, keindahan pantai kini telah tiada
akhirnya ke pantai juga
setiap pertemuanku kembalikan
walau kelasi dan nakhoda
tak mau kembali ke perahunya.
ketika tubuhku menggigil di perahu lentera
kulukis hidupku bersama bintang dan rembulan
karena ke pantai juga
angin dan nelayan kembali...
aku ingin menepi pada pasir dan berteduh pada ombak
menekuri luka-luka lama,
meski selalu gelombang itu menghilangkan cinta kita yang sepi
senja telah mulai tampak di ufuk barat
menandakan malam akan segera tiba, segera kubenahi diri
untuk beranjak pergi..
laut telah mulai surut
keindahan gelombang telah pergi, keindahan pantai kini telah tiada
akhirnya ke pantai juga
setiap pertemuanku kembalikan
walau kelasi dan nakhoda
tak mau kembali ke perahunya.
Kembali Pulang
Seperti angin yang tak pernah diam
selalu bertiup di segala arah
bertugas yang tak pernah bertepi
yang selalu menabur kesejukan pada setiap kehidupan
bisikan angin tidak selamanya bertiup ke utara
ia akan kembali bertiup di penjuru yang lain
seperti diriku yang ingin kembali pulang ke pangkuan ibunda tersayang
sekian lamanya aku terkungkung dan bernaung
di bawah asuhan rembulan yang selalu aku nantikan siang dan petang
akan datangnya angin segar yang membawaku ke sana
kini aku tumpahkan semua harapan, dan ku kabarkan kepada mereka
bahwa kutelah kembali dan semoga ku dapat diterima
dan semoga ku tidak dipandang sebelah mata
akanku persembahkan sisa hidupku untuk kebaikan
agar semua masa laluku dapat terlunasi.
selalu bertiup di segala arah
bertugas yang tak pernah bertepi
yang selalu menabur kesejukan pada setiap kehidupan
bisikan angin tidak selamanya bertiup ke utara
ia akan kembali bertiup di penjuru yang lain
seperti diriku yang ingin kembali pulang ke pangkuan ibunda tersayang
sekian lamanya aku terkungkung dan bernaung
di bawah asuhan rembulan yang selalu aku nantikan siang dan petang
akan datangnya angin segar yang membawaku ke sana
kini aku tumpahkan semua harapan, dan ku kabarkan kepada mereka
bahwa kutelah kembali dan semoga ku dapat diterima
dan semoga ku tidak dipandang sebelah mata
akanku persembahkan sisa hidupku untuk kebaikan
agar semua masa laluku dapat terlunasi.
लेंतेरा HATI
Jadilah engkau seperti embun
yang senantiasa melekat di dalam jiwa
warnanya putih berseri
disinari terbitnya mentari
jagalah senantiasa cerminmu,berilah ia cahaya agar tetap terang
laksana lilin menerangi kegelapan yang selalu hidup walau keadaannya terus terkikis
jangan sampai lentera itu redup dan mati
rawatlah dan jaga tetap bersinar menerangi gulita
bila ia terus terang dan bercahaya
maka ia mampu menerjang karang kehinaan
dan ia mampu mengoyak kepalsuan
yang senantiasa melekat di dalam jiwa
warnanya putih berseri
disinari terbitnya mentari
jagalah senantiasa cerminmu,berilah ia cahaya agar tetap terang
laksana lilin menerangi kegelapan yang selalu hidup walau keadaannya terus terkikis
jangan sampai lentera itu redup dan mati
rawatlah dan jaga tetap bersinar menerangi gulita
bila ia terus terang dan bercahaya
maka ia mampu menerjang karang kehinaan
dan ia mampu mengoyak kepalsuan
Kamis, 20 Agustus 2009
Marhaban Yaa Romadhon
Berharap padi dalam lesung, tapi yang ada rumpun jerami
harap hati bertatap langsung hanya terlayang di blog ini
jika harta adalah racun maka zakatlah penawarnya
jika seluruh umur adalah dosa maka taubatlah obatnya
jika seluruh hati adalah nista maka jemaatlah pensuciannya
dan jika seluruh bulan adalah noda maka Romadhonlah pemutihnya
sembari menunggu datangnya Romadhon....
jari kususun untuk memohon maaf lahir dan batin
maka itu beruang pipit tabang surang,
datuk maringih iyolah..kayo..
kini puasoalah datang...jangan lupa maafkan ambo.
harap hati bertatap langsung hanya terlayang di blog ini
jika harta adalah racun maka zakatlah penawarnya
jika seluruh umur adalah dosa maka taubatlah obatnya
jika seluruh hati adalah nista maka jemaatlah pensuciannya
dan jika seluruh bulan adalah noda maka Romadhonlah pemutihnya
sembari menunggu datangnya Romadhon....
jari kususun untuk memohon maaf lahir dan batin
maka itu beruang pipit tabang surang,
datuk maringih iyolah..kayo..
kini puasoalah datang...jangan lupa maafkan ambo.
komitmen
orang yang paling sakti adalah orang yang tidak pernah punya musuh
orang yang paling benar adalah mengakui akan kesalahan dan mau memperbaiki diri
tidak ada yang tak mungkin jika kita mau untuk berusaha
tapi ingat segala sesuatunya harus dengan ikhtiar..
karena usaha tanpa doa sama dengan sombong,dan berdoa tanpa usaha sama dengan bohong.
orang yang paling benar adalah mengakui akan kesalahan dan mau memperbaiki diri
tidak ada yang tak mungkin jika kita mau untuk berusaha
tapi ingat segala sesuatunya harus dengan ikhtiar..
karena usaha tanpa doa sama dengan sombong,dan berdoa tanpa usaha sama dengan bohong.
selamat datang di dunia pujangga
salam pujangga....smg hari2 brjln sprti ombak yg mnghntm karang..,mri kita tuangkan segala inspirasi dan jangan pernah surut.
Langganan:
Postingan (Atom)